DEAR HATI YANG TERLUKA

Palembang, 12 November 2016


Mengapa Engkau Menjauh???

Mimpi itu selalu aku rasakan. Mendambakannya sesuatu hal yang sangat aku inginkan. Namun aku juga akan merasakannya bagaimana hitam putihnya hati dan cinta. Kelamnya hingga aku tak  terarah. Dirimu yang selama ini aku kagumi. Mengapa engkau menjauh dan pergi dari hari hariku?

Tak terbayang selama ini aku dan dirimu selalu bercerita. Menimpikan kisah cinta dan keluarga yang akan kita bangun di masa depan. Cerita itu kini telah tersimpan dan terkunci entah di mana. Aku ingin menemukannya kembali. Bisakah hati ini tahu di mana gerangannya pergi?

Ku tak pernah meminta dan berharap lain. Aku menginginkan hati dan hatiku. Kita menyatu. Tapi mungkin aku bukan tulang rusukmu yang hilang. Tapi mengapa aku harus bertemu dengan mu di mimpi ku?

Jika kita tak berjodoh, mengapa aku harus mengenalmu? Mengapa engkau harus mengatakan hal hal yang membuatku harus berharap dirimu imamku? Mengapa Allah hadirkan rasa cinta ini untukmu? Mengapa kini engkau menjauh dan pergi setelah aku menyusun rencana hidupku tentang cerita cinta ku bersamamu? Mengapa ooh mengapa?

Kejadian cinta ini, gagalnya aku berterus mengharapkanmu. Cerita ini begitu sakit. Apakah dirimu di sana merasakan apa yang ku rasakan? Jika tidak mengapa Allah harus menguji hati ini?

Sekarang aku merasakan perubahanmu. Ya mungkin benar ucapanmu di hari itu. Saat engkau bilang engkau melindungi dirimu dari fitnah syahwat. Engkau ingin menikah. Dan saat itu aku belum si
ap untuk menikah. Maukah engkau menjadi maduku?..
Aku menolak karena aku teramat cemburu. Engkau bilang bahwa suatu saat aku akan tau setelah mempelajari Islam jauh lebih dalam.

Apakah aku harus begitu? Baik dengan berat hati aku mencoba melupakanmu. Dari dulu aku telah menyadarinya bahwa aku dan dirimu berbeda.

Betapa dulu aku memang hanya mencoba untuk merasakan cinta itu. Bagaimana cinta itu, hingga aku terjatuh ke sana. Dan setelah masuk, betapa besarnya penyesalan itu. Aku harus terluka, hatiku perih karena cinta itu.

@tintahijrah
@Catatanmasalalu

Komentar